Idul Fittri 1441 H



Assalaamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

 

Allahu Akbar,

Allahu Akbar

Allahu Akbar,

Allahu Akbar,

Laa Illaaha Ilallahu Allahu Akbar,

Allahu Akbar, Walilla Hilhamd

 

Segala puji bagi Allah Ya Rahmanu Ya Rahim, pada hari penuh kebahagiaan ini seluruh kaum muslimin sama-sama mengumandangkan takbir, tahlil dan tahmid, untuk mengagungkan kebesaran Allah SWT. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah bagi junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW, beserta seluruh keluarga, sahabat dan pengikut beliau hingga akhir zaman. Semoga kita semua menjadi hamba-hamba yang senantiasa diberkahi rahmat dan hidayah dari Allah SWT.

Situasi saat ini merupakan situasi yang sulit dilalui bagi masyarakat indonesia pada umumnya, pandemi covid-19 yang saat ini belum selesai menjadikan moment Idul Fitri saat ini menjadi agak berbeda semoga tidak mengurangi nilai nilai kesucian Idul Fitri 1441 hijriyah yang bertepatan pada tanggal 24 - 25 Mei 2020.  Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kuningan ingin menyampaikan ucapan “Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah, Taqabbalallahu minna waminkum taqabbal ya Karim, Minal aidin wal faidzin, mohon ma’af lahir dan batin”. kepada masyarakat kabupaten kuningan khususnya para pemustaka di kabupaten kuningan, dan pada umumnya seluruh pemustaka di indonesia.

Bagi kita umat Islam, ibadah puasa menjadi ibadah yang sangat penting dan istimewa, berbeda dengan ibadah-ibadah lainnya. Hal tersebut sebagaimana dijelaskan dalam sebuah Hadits Qudsi “Semua amal Anak Adam dilipatgandakan. Kebaikan dilipatgandakan sepuluh sampai seratus kali, kecuali puasa, kata Tuhan. Puasa itu untuk-Ku, dan Aku yang akan memberikan pahalanya”.

Sayyed Hossein Nasr, dalam bukunya: Ramadan: Motivating Believers to Action: An Interfaith Perspective, mengatakan, “Aspek paling sulit dari puasa ialah ujung pedang pengendalian diri yang diarahkan pada jiwa hewani, al-nafs al ammarah seperti disebut dalam Al-Qur’an”.

Aktivitas puasa adalah mengendalikan bagian-bagian dalam diri fisik kita untuk melakukan pengendapan, diam, tunduk, memasuki ‘kosong’, agar berjumpa dengan ‘isi yang sejati’. Puasa menjadi metode yang paling praktis dan mendasar bagi proses pembebasan dan penyelamatan manusia atas dirinya sendiri. Meniadakan diri dan menenggelamkan diri pada Yang Maha Kuasa, itulah hakikat puasa. Puasa dengan demikian telah memungkinkan kita untuk membangun diri pribadi yang muthmainah. Diri pribadi yang muthmainah adalah diri pribadi yang selalu mendapatkan ketaqwaan yang mendorong kepada perbuatan baik dan ihsan. Diri pribadi yang seperti ini pada hakikatnya selalu siap menghadapi tantangan perubahan zaman. Dan diri pribadi seperti ini pulalah yang sesungguhnya pada saat ini dibutuhkan dalam menggerakkan proses pembangunan di segala bidang.

Dalam konteks pembangunan, diri pribadi yang muthmainah memiliki arti yang sangat penting. Diri pribadi yang muthmainah – dengan meminjam istilah Bung Karno – bisa kita sebut sebagai bagian dari investasi mental (mental investment) dalam pembangunan. Untuk menjalankan pembangunan, kata Bung Karno, kita harus menjalankan persiapan di tiga lapangan, yaitu lapangan materiil (material investment), lapangan kecakapan (human skill investment) dan lapangan batiniah (mental investment). Dan disini dengan tegas Bung Karno mengatakan bahwa tidak ada suatu bangsa dapat berjuang hebat jikalau batinnya tidak terbuat dari nur iman yang sekuat-kuatnya.

Dalam konteks literasi, bulan ramadhan adalah momentum yang sangat tepat untuk menggerakkan literasi Al-Qur’an. Kegiatan literasi Al-Qur’an dapat dimulai dari pribadi, lingkungan keluarga, sekolah, tempat kerja, dan di masyarakat. Kegiatan literasi Al-Qur’an digunakan untuk meningkatkan pengetahuan tentang Al-Qur’an. Al-Qur’an ibarat samudera yang sangat luas yang tidak akan pernah habis untuk diarungi. Al-Qur’an juga merupakan sarana untuk membaca dan menafakuri tanda-tanda kekuasaan Allah. Ayat-ayat yang tersurat dalam Al-Qur’an kemudian dikaitkan secara kontekstual dengan ayat-ayat yang tersirat dalam bentuk peristiwa atau fenomena yang terjadi dalam kehidupan masyarakat.

Aktivitas literasi Al-Qur’an antara lain dapat dilakukan baik sendiri maupun secara berkelompok. Alangkah indahnya jika di sebuah rumah, ayah, ibu, dan anak melakukan tadarrusatautahsinAl-Qur’an bersama-sama. Begitupun di sekolah atau di tempat kerja. Bisa membentuk kelompok tadarrusatau tahsindalam kelompok kecil atau pun besar. Atau jika diperlukan, bisa mengundang orang yang paham Al-Qur’an untuk mengajari membaca Al-Qur’an. Dengan adanya literasi Al-Qur’an, diharapkan dapat meningkatkan kecintaan, pengetahuan, dan kemampuan umat Islam dalam membaca, memahami, dan mengamalkan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-sehari. Aamiin yra...

Demikian yang bisa saya sampaikan pada kesempatan ini. Sekali lagi, atas nama pribadi, keluarga dan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kuningan, kami menyampaikan ucapan “Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah, Taqabbalallahuminnawaminkum taqabbal ya Karim, Minal aidin wal faidzin, mohon ma’af lahir dan batin.” Semoga Allah menerima amal ibadah puasa kita, dan ibadah-ibadah lainnya di bulan Ramadhan ini, serta semoga krisis covid-19 ini cepat berakhir untuk bersama-sama membangun Kabupaten Kuningan esok yang lebih baik lagi. Sekian dan terima kasih.

Haddaniallah Waiyakum Ajma'in

Billahi Fie'sabilil Haq

Wassalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarrakatuh.

 

KEPALA DINAS KEARSIPAN DAN PERPUSTAKAAN

KABUPATEN KUNINGAN

Drs. UCU SURYANA, M.Si.